AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Tahfidhul Qur'an Sunan Giri

Jalan Wonosari Tegal IV No. 37 - 39, 60154, Kota Surabaya, Jawa Timur


  KH. Abd. Aziz Hasanan
  (031) 3542173
  pptqsunangirisurabaya.blogspot.com
   www.pptqsunangirisurabaya.blogspot.com

Profile

Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an “Sunan Giri” atau yang biasa disingkat PPTQ Sunan Giri, beralamatkan di Jl. Wonosari Tegal IV No. 37-39, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Pondok pesantren ini dirintis dan didirikan pada tahun 1981 oleh seorang tokoh kharismatik, beliau adalah KH. Adnan Chamim.

Asal-usul nama Pondok Pesantren Sunan Giri Surabaya adalah sebagai wasilah. Perlu diketahui, dari pihak ibu, Ibu Nyai Hj. Ainun Jariyah (istri KH. Abdul Aziz Hasanan) adalah keturunan Raden Ainul Yaqin yang terkenal dengan sebutan Sunan Giri. Sedangkan KH. Abdul Aziz Hasanan sendiri masih keturunan Raden Syarif Hidayatullah yang terkenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati, Cirebon.

Cikal bakal pondok pesantren Sunan Giri seyogyanya adalah sebuah tempat pengajian rutin yang berlokasi di rumah (ndalem) KH. Adnan Chamim, Jl. Danakarya I/35 Surabaya yang sekarang ditempati Ibu Nyai Hj. Churil Aini, istri KH. Adnan Chamim (alm).

Pertama-tama Adnan Hamim muda sepulang dari menimba ilmu di pesantren Sedayu Gresik, beliau mengajar membaca (Jawa: ngaji) Alqur’an di rumahnya sendiri yakni Desa Danakarya Kecamatan Semampir. Di samping itu beliau setiap pagi sampai siang bekerja sebagai PNS perkapalan di PT. PAL Perak, Surabaya. Malamnya beliau mengisi pengajian-pengajian orang-orang kampung kurang lebih dua puluh tempat, maghrib hingga subuh.

Pada tahun 1981 KH. Adnan Chamim menikahkan putrinya, Ainun Jariyah, mendapatkan seorang menantu yang bernama KH. Abdul Aziz Hasanan asal Pasuruan, Jawa Timur. Beberapa bulan kemudian, KH. Adnan Chamim wafat. Maka dengan sendirinya pengajian dilanjutkan oleh KH. Abdul Aziz Hasanan. Maka sejak saat itu satu per satu santri mulai menetap di ndalem Jl. Danakarya guna mendalami pendidikan Alqur’an dan menghafalkannya.

Saat santri yang menetap di ndalem Jl. Danakarya bertambah banyak, maka pada tahun 1986 dibangunlah Pondok Pesantren Sunan Giri di Wonosari Tegal IV/37-39 Surabaya, sebidang tanah peninggalan KH. Adnan Chamim dengan panjang 20 m dan lebar 5,5 m. Seiring dengan dibangunnya pondok di Wonosari Tegal, maka berangsur-angsur santri yang datang bertambah banyak.

Seiring berjalannya waktu, pembangunan pondok terus dikerjakan. Setelah berjalan beberapa tahun, masyarakat sering menanyakan kepada KH. Abdul Aziz Hasanan tentang penerimaan santri putri, karena pada waktu itu Pondok Pesantren Sunan Giri hanya menerima santri putra. Oleh karena itu, tepatnya pada bulan November 2000 diresmikanlah Pondok Pesantren Putri yang pada saat itu santri putri masih berjumlah 3 orang.

Ketika pembangunan terus berjalan KH. Adnan Hamim terus bertambah sakitnya, akhirnya Allah SWT memanggilnya sebagai hamba yang tha’at disisi-Nya. Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, berpulanglah hamba yang sholeh pada Sang Pencipta tertanggal 12 Mei 1981.

Semenjak ditinggal oleh KH. Adnan Hamim, Abdul Aziz sangat giat dan bersemangat sekali dalam meneruskan perjuangan. Tiap pagi hingga malam mengisi pengajian KH. Adnan Hamim di berbagai tempat di Surabaya, begitu pula santrinya, semakin hari bertambah banyak. Semenjak itulah Pondok Pesantren Sunan Giri resmi dihuni oleh santrinya yang waktu itu kebanyakan dari Pasuruan. Hal ini dikarenakan Abdul Aziz berasal dari Pasuruan.

KH. Abdul Aziz Hasanan lahir pada tanggal 18 Agustus 1958 di Pasuruan adalah sosok ulama yang benar-benar berhati tulus dan selalu mengamalkan ilmu yang diperolehnya. Beliau sangat istiqomah menjaga shalat berjamaah bersama santri-santrinya, bahkan beliau juga istiqomah membangunkan santri pada pukul 02.30 WIB dari lantai pertama hingga lantai lima, guna melakukan shalat malam bersama. Suatu perilaku yang sangat langka terjadi pada sesosok kyai jaman sekarang yang banyak berpolitik hingga menelantarkan umat.

Pondok Pesantren Sunan Giri sekarang berdiri sangat megah di tengah perkampungan padat penduduk Surabaya Utara di Jalan Wonosari Tegal gang IV No. 37-39. Gedung barat khusus santri putra, sedangkan gedung timur khusus santri putri. Kedua gedung megah yang berdiri sekarang, dibangun pada kurun waktu 1990 hingga tahun 2003.

Untuk gedung timur, dahulu adalah sebuah tempat pembuangan sampah dari seluruh Kelurahan Wonokusumo. Tanah tersebut masih milik Pemkot Surabaya. Kemudian atas prakarsa Bapak Walikota Surabaya saat itu, H. Sunarto Sumoprawiro, tanah tersebut dihibahkan ke pondok guna dimanfaatkan sebagai bangunan pondok putri yang waktu itu masih sangat membutuhkan sekali, akan tetapi H. Sunarto waktu itu juga mengatakan agar bangunan itu di samping untuk pondok putri; juga sebagai panti asuhan yang sekarang ini bernama “Panti Asuhan Harapan Ummat” di bawah naungan yayasan pondok Sunan Giri. Tahun 1990 dimulailah pembangunan pesantren putri Sunan Giri beserta penyempurnaan pesantren putra hingga lantai lima, ternyata tanpa diduga-duga atas izin Allah Swt. pembangunan tersebut banyak sekali masyarakat yang menyumbang hingga akhirnya bisa terselesaikan pada tahun 2003. Pada tanggal 20 Juli 1993 M, pondok Sunan Giri tercatat sebagai lembaga sosial pendidikan lengkap bersama dengan akte notarisnya yakni, Abdur Rachim S.H. No: 176 tahun 1993.

Pengasuh : KH. Abd. Aziz Hasanan

Pendiri : KH. Adnan Chamim

Info Unggulan

Jenjang Pendidikan

Jumlah Santri Putra : 150

Jumlah Santri Putri : 100

Pendidikan Formal: 

1. Roudhotul Athfal (RA) Sunan Giri, 

2. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sunan Giri, 

3. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Giri, 

4. Madrasah Aliyah (MA) Sunan Giri, Kejar Paket A, B, C. 

5. Wajar Dikdas (Ula, Wustho, Ulya)

Pendidikan Informal: 

1. Madrasah Diniyah Al-Islamiyah Sunan Giri, 

2. Madrasatul Qur'an, 

3. TPQ "Sunan Giri",

Pendidikan Nonformal :

1. Progam Tahfidzul Qur'an, 

2. Progam Tilawatil Quran, 

3. Qiroatus Sab'ah,  

Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler :

1. Pembelajaran Khitobah, 

2. Pembelajaran Komputer, 

3. Pembelajaran Bahasa Asing, 

4. Mutala'atul Kutubit Turas (kajian kitab klasik), 

5. Seni Hadrah Al Banjari Al Sumenepi, 

6. Seni Gambus Marawis, 

7. Seni Olahraga, 

8. Ketrampilan-ketrampilan

Fasilitas

Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Sunan Giri Surabaya, dapat dikatakan sudah cukup memadai untuk ukuran pesantren. Luas lokasi pondok pesantren Sunan Giri Surabaya sekarang seluruhnya 354 m², yang di atasnya berdiri 2 gedung dengan masing-masing berlantai V.

Fasilitas :

1. Asrama Santri Putra

2. Asrama Santri Putri

3. Dalem Pengasuh dan keluarga

4. Asrama Asatidz

5. Musholla

6. Ruang Tamu

7. Dapur Umum

8. Kantor pondok

9. Kantor madrasah diniyah

10. Tempat perlengkapan

11. Gedung madrasah

12. Koperasi pondok

13. Sunan Giri Cell (konter)

14. Kamar Kesehatan

15. Warung Telekomunikasi

16. Kamar mandi




Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

© 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
Hak Cipta Dilindungi