AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Krapyak Yogyakarta

Jalan Kyai Haji Ali Maksum PO. Box 1192 Krapyak, Yogyakarta Indonesia 55188, Kota Yogyakarta, DI. Yogyakarta


   KH. M. Moenawwir & KH. Ali Maksum
  +62 274 450 103
   info@krapyak.org
   www.krapyak.co.id

Profil


SEJARAH

Siapa yang tak kenal dengan pondok pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta yang telah banyak melahirkan ulama-ulama ahli quran terkemuka. Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta yang didirikan tahun 1910 M oleh al-maghfurlah KH. M. Moenawwir, merupakan cikal bakal pesantren tempat madrasah tsanawiyah Ali Maksum bernaung. Pesantren ini telah dikenal luas oleh berbagai kalangan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh sebuah kenyataan, bahwa Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta telah mampu menunjukkan perannya dalam membina umat, menyiapkan kader-kader bangsa yang memiliki integritas wawasan dan kedalaman ilmu dengan landasan keimanan dan ketaqwaan yang mantap.



KH. MOENAWIR

Semula pesantren yang didirikan sekitar tahun 1909 oleh KH. Moenawir hanya dihuni 10 santri , kini pesantren krapyak berkembang pesat dengan jumlah santri yang mencapai ratusan. Sosok Kh Moenawir atau yang akrab dipanggil Mbah Moenawir merupakan sosok ulama yang oleh Rosululloh saw disebut Sebagai “Keluarga Alloh” atau “waliyulloh”, karena kemampuannya sebagai ahlul qur’an ( penghapal qur’an dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an).

Sejak usia 10 tahun KH. Moenawir telah Hapal Quran 30 Juz dan Beliau gemar sekali menghatamkan alquran , beliau dikirim ayahnya KH. Abdul Rosyad untuk belajar kepada seorang Ulama terkemuka di Bangkalan Madura KH. Muhammad Kholil , Bakat kepasihan Mbah Moenawir dalam Pembacaan Alquran memberikan kesan tersendiri dihati Gurunya (KH. Muhammad Kholil ) dan suatu ketika gurunya menyuruh KH. Moenawir untuk menjadi imam Sholat sedangkan Gurunya KH. M. Kholil menjadi Mak’mum. Tahun 1888 KH. Moenawir bermukim di Mekkah dan memperdalam ilmu-ilmu Al-Quran kurang lebih 20 tahun, kesempatan tersebut Beliau gunakan untuk mempelajari Ilmu Tahfizul quran , qira’at sab’ah dengan Ulama -ulama setempat. Hingga KH. Moenawir memperoleh Ijazah Sanad Qira’at yang bersambung ke urutan 35 sampai ke Rosululloh SAW dari Seorang Ulama Mekkah yang termashur Syech Abdul Karim bin Umar Al Badri Addimyati . KH. Moenawir Mampu menghatamkan Al-Quran hanya dalam Satu rakaat sholat, dan sebagai orang awan mungkin itu Mustahil dilakukan tapi bagi KH. Moenawir itu mampu . Bahkan KH. Moenawir dalam menjaga hapalannya beliau melakukan Riyadhoh dengan membaca Al-Quran secara terus menerus selama 40 hari 40 malam sampai terlihat oleh beberapa murid nya Mulut KH. Moenawir terluka dan mengeluarkan darah.

Kedisiplinan KH. Moenawir dalam mengajar Alquran kepada murid-muridnya sangat ketat bahkan pernah muridnya membaca Fatiha sampai dua tahun diulang-ulang karena menurut KH. Moenawir belum Tepat bacaannya baik dari segi makhrajnya maupun tajwidnya, maka tak heran bila murid murid beliau menjadi Ulama-ulama yang Hufadz ( hapal quran) dan mendirikan Pesantren Tahfizul quran seperti Pon-pes Yanbu’ul Qur’an kudus (KH. Arwani Amin) , Pesantren Al Muayyad solo ( KH. Ahmad Umar) dll. Peristiwa menarik pernah dialami oleh murid KH. Moenawir, sewaktu beliau disuruh oleh istri Mbah Moenawir untuk meminta sejumlah uang kepada Mbah Moenawir yang akan digunakan sebagai keperluan belanja sehari hari, KH. moenawir selalu merogoh sejadahnya dan diserahkan uang tersebut kepada Muridnya, padahal selama ini muruid-muridnya hanya tahu bahwa sepanjang waktu mba moenawir hanya duduk saja di serambi masjid sambil mengajar alquran. KH. Moenawir wafat sekitar tahun 1942 dan dimakamkan di sekitar Pondok pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta.



KH. ALI MAKSUM

Sepeninggal KH. M. Moenawir, kepemimpinan Pondok Pesantren dipegang oleh KH. Ali Maksum (1911 – 1989 M). Muhammad Ali bin Maksum bin Ahmad dilahirkan di Lasem, kota tua di Jawa Tengah dari keluarga keturunan Sultan Minangkabau Malaka. Putra pasangan Kyai Haji Maksum Ahmad dan Nyai Hajjah Nuriyati Zainuddin ini, dari jalur kedua orangtua beliau juga merupakan keturunan Sayyid Abdurrahman Sambu alias Pangeran Kusumo bin Pangeran Ngalogo alias Pangeran Muhammad Syihabudin Sambu Digdadiningrat alias Mbah Sambu. Garis keturunan ini banyak melahirkan keluarga pesantren yang tersebar di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Masa muda beliau habiskan dengan berguru dari pesantren ke pesantren. Dimulai dari ayahnya sendiri yang juga seorang kyai ulama besar, beliau kemudian nyantri kepada Kyai Amir Pekalongan untuk kemudian melanjutkan nyantri kepada Kyai Dimyati Abdullah (adik Syeikh Mahfudz Attarmasi) Tremas Pacitan Jawa Timur. Sejak di Termas inilah beliau terlihat menonjol dan akhirnya ikut membantu gurunya mengajar dan mengurus madrasah pesantren dan membuat karangan tulisan.

Tak lama setelah diambil menantu oleh KH. M. Munawwir al Hafidh al Muqri Krapyak Yogyakarta, beliau dibantu oleh seorang saudagar Kauman Yogyakarta untuk berhaji ke Mekah. Kesempatan ini beliau pergunakan pula untuk melanjutkan mengaji tabarrukan kepada para ulama Mekah ; Sayyid Alwi al Maliki Al Hasni, Syaikh Masyayikh Hamid Mannan, Syaikh Umar Hamdan dan sebagainya.

Setelah dua tahun mengaji di Mekah Kyai Ali kembali ke tanah Jawa. Sedianya beliau hendak tinggal di Lasem membantu ayahnya mengembangkan pesantren. Namun, sepeninggal Kyai Munawwir Krapyak, Pondok Krapyak memerlukan beliau untuk melanjutkan perjuangan di bidang pendidikan bersama-sama dengan KHR. Abdullah Affandi Munawwir dan KHR. Abdul Qadir Munawwir.

Akhirnya beliau menghabiskan umur dan segenap daya upaya beliau untuk merawat dan mengembangkan Pondok Krapyak, yang pada saat diasuh mendiang Kyai Munawwir merupakan cikal bakal pesantren al Qur’an di Indonesia.

Di bidang pendidikan pesantren, beliau merintis pola semi moderen dengan sistem klasikal hingga berkembanglah madrasah-madrasah hingga saat ini. Beliau juga diminta untuk menjadi dosen luar biasa pada Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Di bidang kemasyarakatan dan politik, beliau pernah menjadi anggota majlis Konstituante, sebuah lembaga pembuat Undang-Undang Dasar pada masa rejim Orde Lama. Dalam organisasi para kyai, Nahdlatul Ulama, beliau pernah memangku jabatan Rais ‘Aam Syuriyyah yang mengantarkan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama keluar dari jalur politik pada masa rejim Orde Baru.

Di sela-sela mengasuh seribuan lebih santrinya, beliau menyempatkan diri untuk memberikan pengajian di masyarakat, mengawasi sendiri pembangunan gedung-gedung pondok dan menulis kitab-kitab. Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Tasrif ul Kalimah, As Shorf al Wadlih, Risalatussiyam, Ilmu Mantiq, adalah beberapa dari kitab berbahasa Arab susunan beliau.

Sebelum meninggal pada akhir 1989, dari sentuhan tangan beliau telah dilahirkan ratusan kyai dari ribuan santri yang mengaji pada beliau pada kurun 1946 hingga 1989. Dari keteguhan beliau, Pondok Krapyak beberapa hari sebelum beliau meninggal menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, pertemuan paling bergengsi organisasi para ulama Indonesia, yang dihadiri oleh penguasa Indonesia saat itu, Jenderal Suharto.

Dari kesabaran beliau yang selama hidup dibantu oleh istrinya Nyai Hasyimah Munawwir, telah berdiri dan berkembang Taman Kanak-Kanak, Madrasah Diniyyah, Madrasah Tsanawiyyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Tahfidzil Qur’an dan Madrasah Takhassusiyah untuk para santri mahasiswa.



Madrasah Tsanawiyah Ali Maksum

Dibawah kepemimpinan al-maghfurlah K. H. Ali Maksum, puluhan tahun kemudian Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta mengalami beberapa perkembangan dengan pendirian berbagai lembaga pendidikan yang salah satunya adalah Madrasah Tsanawiyah Ali Maksum. MTs Ali Maksum didirikan pada 25 Mei 1990, bersamaan dengan berdirinya Yayasan Ali Maksum. Diikuti dengan terbitnya piagam Madrasah No. 92/057/B/Ts tanggal 19 Desember 1991.



Madrasah Aliyah Ali Maksum

Sejarah Kelahiran Madrasah Aliyah Ali Maksum salah satu rintisan KH. Ali Maksum sebagai bentuk pengembangan dari Pondok Pesantren yang sudah ada. Madrasah Aliyah berdiri pada tahun 1962 dengan nama MTs 6 tahun. Seiring dengan perkembangan model Madrasah, maka Mts 6 tahun tersebut membelah menjadi MTs 3 tahun dan MA 3 tahun.

Tahun 1990, ketika Pesantren mengalami estafet kepemimpinan, Madrasah Aliyah mengalami perubahan nama menjadi Madrasah Aliyah Ali Maksum. Hal itu dilakukan untuk memudahkan manajemen pengelolaan.

Latar Belakang Perkembangan arus teknologi informarmatika saat ini, satu sisi, dapat membantu perkembangan intelektualitas anak bangsa, akan tetapi di sisi lain, dapat menimbulkan problem moralitas. Betapa mudahnya anak bangsa mengakses informasi yang menyesatkan, sekaligus dengan gambar-gambar syur dari dunia maya, belum lagi proses pendangkalan akidah.

Persoalan ini, tidak saja menggelisahkan para orang tua, akan tetapi para guru yang ada di sekolah, sehingga banyak orang tua dihantui rasa kekhawairan jika melepas putra-putrinya berangkat sekolah, apalagi kalau harus di luar daerah.

Dalam kerangka inilah Madrasah Aliyah Ali Maksum, yang berada di tengah-tengah Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta memberikan tawaran menarik, sekaligus pengembangan intelektualitas yang dilandasi dengan nilai-nilai relegius.



Lembaga Kajian Islam Mahasiswa (LKIM)

Lembaga Kajian Islam Mahasiswa merupakan lembaga pendidikan tinggi nonformal pondok pesantren yang diselenggarakan oleh Pondok pesantren Krapyak Yogyakarta khusus bagi mahasiswa (PT umum maupun PT agama) yang berminat belajar agama Islam. Mereka yang pada pagi harinya kuliah di beberapa perguruan tinggi tersebut, jika sore, malam dan pagi hari mengikuti kegiatan pengajian program LKIM untuk mendalami Agama dan pelatihan dakwah serta kepemimpinan.

Untuk menjamin kualitas pendidikan, para santri-mahasiswa LKIM dibimbing oleh dosen dan para ustad (alumnus PT dalam dan luar negeri) baik dari dalam dan luar pondok pesantren yang ahli di bidangnya, yang akan mengantarkan santri mahasiswa memiliki wawasan yang luas dalam memahami ajaran-ajaran Islam.



Ma'had Ali

Diselenggarakan mulai tahun 2007, Ma’had Ali LKIM merupakan pendidikan pesantren tingkat perguruan tinggi yang mengkaji ilmu-ilmu keislaman dengan konsentrasi tafsir dan hadis. Peserta program ini umumnya adalah alumni pondok pesantren yang ingin lebih mendalami kajian tafsir hadis dengan gabungan kurikulum tradisional maupun kontemporer. Calon peserta yang kebanyakan adalah mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta sebelumnya menjalani tes seleksi masuk yang berlangsung pada bulan Juli-September. Kegiatan dirasah/perkuliahan yang diampu oleh para kiai atau ustadz berlangsung pada malam hari.



Madrasah Tahfidzill Qur’an

Madrasah Tahfidz bertujuan membimbing santri menghafal al-Qur’an serta mendalami Ilmu-Ilmunya, memiliki moralitas dan akhlaq Qur’ani dan sekaligus diharapkan dapat mengamalkan ajaran-ajaran al-Qur’an dalam kehidupannya. Seorang santri dengan kecerdasan yang cukup, rata-rata dapat menghafal al-Qur’an antara 2 s/d 4 tahun, namun untuk menghafal al-qur’an dan memahami tafsirnya serta mendalami ilmu-ilmunya memang diperlukan waktu lebih lama lagi.

Santri Tahfidz ini adalah adalah santri yang sudah selesai mengaji al-Qur’an binnadri (dapat membaca al Qur’an dengan fasih) dan memiliki niatan kuat untuk menghafalkan dan mendalami al-Qur’an.



Madrasah Diniyah

Pendidikan khusus ilmu keagamaan, Madrasah Diniyah Ali Maksum ini didasarkan atas kebutuhan spiritual masyarakat untuk memperoleh dasar pendidikan agama Islam. Sasaran lembaga ini adalah para pelajar SD, SLTP/ SLTA yang ada di Yogyakarta ini yang bermaksud menimba ilmu agama. Oleh karena itu diselenggarakan madrasah Diniyah dengan pengelolaan khusus yang merupakan konsumsi untuk masyarakat di luar pondok pesantren.

Madrasah Diniyah Ali Maksum memulai tahun ajaran barunya bersamaan dengan tahun ajaran baru di sekolah-sekolah umum dengan menyelenggarakan jenjang pendidikan sebagai berikut :


a. Tingkat Awwaliyah (Dasar),
4 tahun ( kelas 1 – 4 )
b. Tingkat Wustho (Menengah), 2 tahun
c. Tingkat Ulya (Atas), 2 tahun

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Plus

TPQ Plus ini merupakan salah satu lembaga di bawah Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak dalam usaha memenuhi kebutuhan masyarakat umum akan pentingnya pendidikan dan pengajaran al-Qur’an bagi anak dengan cara cepat dan tepat. Lembaga ini karenanya dikhususkan bagi anak usia TK/ SD yang berada di lingkungan pondok pesantren. Selain memperhatikan aspek psikologi anak dan penambahan pelajaran praktek ibadah, TPQ ini memiliki kekhasan, yaitu digunakannya pola pengajaran baca tulis al-Qur’an yang disesuaikan dengan kaidah Bahasa Arab. Peserta didik karenanya selain mampu membaca al-Qur’an dengan baik, juga dapat memiliki pengetahuan dasar Bahasa Arab.

TPQ Plus Ali Maksum dengan sistem tersebut dimaksudkan agar anak/siswa :

a. Dapat membaca al-Qur’an dengan fasih.
b. Bebas dari buta baca tulis huruf Arab.
c. Mampu mengamalkan ajaran ibadah dengan baik dan benar.
d. Memiliki akhlaqul karimah dan budi pekerti

Materi Pendidikan TPQ Plus Ali Maksum meliputi : penguasaan buku pegangan Qiro’ah Muyassaroh, hafalan surat-surat pendek, do’a sehari-hari, praktek ibadah, belajar, cerita, bermain dan menyanyi lagu-lagu Islami.

SMP Ali Maksum

SMP Ali Maksum adalah sekolah berbasis pesantren dan membuka program unggulan yang didukung oleh program-program dan metode-metode pembelajaran mutakhir seperti Scud Memory, Brain Gym, Multiple Intelligences, Brain Based Learning, serta International Language Community. SMP Ali Maksum bernaung dibawah Kementrian Pendidikan Nasional.

Info Unggulan

JICE


Beberapa tahun terakhir ini nama sudan tak asing lagi untuk dibicarakan di kalangan pesantren tak terkecuali Pesantren Krapyak, banyak mahasiswa-mahasiswa asal indonesia yang belajar di negara yang terkenal dengan bahasa arab fusha (resmi) ini khusus untuk memperdalam keilmuan islam,

Pada hari selasa (22/1/13), bertempat di auditorium Dirosat Ulya, Fakultas Syariah wal Qonun, Universitas Al Qur’anul Karim dan Ilmu-ilmu Keislaman Sudan, telah berlangsung sidang master H. Karimullah atau ayim sapaan akrabnya ,mahasiswa indonesia alumni pesantren krapyak dengan predikat mumtaz (cumlaude).

Tesis yang diujikan pada sidang master ini ialah tentang Hukum Wakaf, dengan judul “Ahkamul Waqfi wa Tathbiqotuha ‘alal Qonun al Indunisiy, Dirosah Muqoronah” (Hukum-hukum Wakaf dan Aplikasinya terhadap Undang-undang Wakaf Indonesia, Studi Komparatif), dengan didampingi dua dewan munaqish (penguji) DR. Abbas Hamzah dan DR. Ubaid Muadz, serta DR. Ibrahim Basyir sebagai musyrif (pembimbing).

Sidang yang dimulai pukul 13:45 siang ini dihadiri oleh sejumlah warga NU Sudan, citivitas akademika universitas Al Quranul Karim dan beberapa mahasiswa sudan di fakultas syariah wal qonun.

Walau ada banyak kritikan dari dua dewan penguji sehingga membuat jalannya sidang menjadi menarik dan sedikit menegangkan namun karimullah berusaha mempertahankan apa yang ditulis dalam tesisnya.

Setelah Karimullah selesai mebaca tesis yang ditulisnya tersebut dan “break” sejenak untuk memusyawarahkan hasil sidang oleh musyrif dan dua dewan penguji, maka acara dilanjutkan dengan pembacaan hasil keputusan sidang. Dalam keputusan ini, dewan penguji menganugerahkan predikat Mumtaz (Cumlaude) kepada karimullah.

Dalam kesempatan kali ini Ketua Tanfidziyah PCI NU Sudan H. Miftahuddin Ahimy, MA dan anggota serta warga PCI NU Sudan memberikan apresisasi yang tinggi kepada karimullah atas keberhasilannya tersebut.

H. Karimullah adalah Sekjen PCI NU Sudan Periode 2008-2009 dan salah satu alumni MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak angkatan 2006. Dan saat ini, sedikitnya ada sembilan alumni krapyak yang sedang menimba ilmu di negara dengan julukan Dua Nil tersebut. ((Kontributor: A. Luqman Fahmy)

Jenjang Pendidikan



Pendidikan di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak menganut pola campuran yang terintegrasi baik ke dalam sistem formal maupun nonformal.

Pengajian kepesantrenan sebagai bentuk pendidikan nonformal di samping dalam rangka mempertahankan pola konvensional, juga sebagai wahana pengintensifan pendidikan dan bimbingan kepribadian antar personal dalam bentuk metode sorogan dan bandongan.

Sedangkan pendidikan pola madrasah-formal diselenggarakan untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan juga untuk mengembangkan metode-metode belajar mengajar moderen secara klasikal dan terukur dengan tetap memasukkan muatan-muatan kepesantrenan di samping materi non-ilmu keagamaan.

Berikut ini adalah profil lembaga pendidikan formal Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak :

1. Madrasah Tsanawiyah Ali Maksum

Madrasah Tsanawiyah Ali Maksum adalah sekolah formal setingkat SLTP berciri-khas agama Islam dengan status Terakreditasi A. Madrasah Tsanawiyah Ali Maksum memadukan program kurikulum lokal pondok pesantren dan kurikulum nasional (Depag dan Diknas)

Pengembangan bakat dan minat siswa Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Ali Maksum dilaksanakan melalui kegiatan ekstra kurikuler antara lain : belajar kelompok setiap malam, pendidikan pers, majalah siswa, majalah dinding, buletin siswa, ilmiah remaja, pelatihan kepemimpinan, pidato empat bahasa, komputasi, keterampilan tata boga, Palang Merah Remaja (PMR), beladiri Pencak Silat Pagar Nusa, olah raga (sepakbola, bola voli), kesenian qasidah dan hadrah, seni baca Al-Qur’an, Muhadloroh Arabiyyah dan English Meeting dan sebagainya.

Telepon: 0274 711 5580 / 0274 376 500



2. Madrasah Aliyah Ali Maksum



Madrasah Aliyah merupakan lembaga pendidikan formal setingkat SLTA dengan akreditasi A. MA Ali Maksum menyelenggarakan pendidikan dengan 3 jurusan :

Jurusan Agama
Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam
Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial

Telepon: 0274 379 102



3. Lembaga Kajian Islam Mahasiswa (LKIM)



Lembaga Kajian Islam Mahasiswa merupakan lembaga pendidikan tinggi nonformal pondok pesantren yang diselenggarakan oleh Pondok pesantren Krapyak Yogyakarta khusus bagi mahasiswa (PT umum maupun PT agama) yang berminat belajar agama Islam. Mereka yang pada pagi harinya kuliah di beberapa perguruan tinggi tersebut, jika sore, malam dan pagi hari mengikuti kegiatan pengajian program LKIM untuk mendalami Agama dan pelatihan dakwah serta kepemimpinan.

Untuk menjamin kualitas pendidikan, para santri-mahasiswa LKIM dibimbing oleh dosen dan para ustad (alumnus PT dalam dan luar negeri) baik dari dalam dan luar pondok pesantren yang ahli di bidangnya, yang akan mengantarkan santri mahasiswa memiliki wawasan yang luas dalam memahami ajaran-ajaran Islam.

Telepon: 0274 411 706



4. Ma'had Ali



Diselenggarakan mulai tahun 2007, Ma’had Ali LKIM merupakan pendidikan pesantren tingkat perguruan tinggi yang mengkaji ilmu-ilmu keislaman dengan konsentrasi tafsir dan hadis. Peserta program ini umumnya adalah alumni pondok pesantren yang ingin lebih mendalami kajian tafsir hadis dengan gabungan kurikulum tradisional maupun kontemporer. Calon peserta yang kebanyakan adalah mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta sebelumnya menjalani tes seleksi masuk yang berlangsung pada bulan Juli-September. Kegiatan dirasah/perkuliahan yang diampu oleh para kiai atau ustadz berlangsung pada malam hari.

Telepon: 0274 411 706



5. Madrasah Tahfidzill Qur’an



Madrasah Tahfidz bertujuan membimbing santri menghafal al-Qur’an serta mendalami Ilmu-Ilmunya, memiliki moralitas dan akhlaq Qur’ani dan sekaligus diharapkan dapat mengamalkan ajaran-ajaran al-Qur’an dalam kehidupannya. Seorang santri dengan kecerdasan yang cukup, rata-rata dapat menghafal al-Qur’an antara 2 s/d 4 tahun, namun untuk menghafal al-qur’an dan memahami tafsirnya serta mendalami ilmu-ilmunya memang diperlukan waktu lebih lama lagi.



Santri Tahfidz ini adalah adalah santri yang sudah selesai mengaji al-Qur’an binnadri (dapat membaca al Qur’an dengan fasih) dan memiliki niatan kuat untuk menghafalkan dan mendalami al-Qur’an.

Telepon: 0274 385 273



6. Madrasah Diniyah



Pendidikan khusus ilmu keagamaan, Madrasah Diniyah Ali Maksum ini didasarkan atas kebutuhan spiritual masyarakat untuk memperoleh dasar pendidikan agama Islam. Sasaran lembaga ini adalah para pelajar SD, SLTP/ SLTA yang ada di Yogyakarta ini yang bermaksud menimba ilmu agama. Oleh karena itu diselenggarakan madrasah Diniyah dengan pengelolaan khusus yang merupakan konsumsi untuk masyarakat di luar pondok pesantren.



Madrasah Diniyah Ali Maksum memulai tahun ajaran barunya bersamaan dengan tahun ajaran baru di sekolah-sekolah umum dengan menyelenggarakan jenjang pendidikan sebagai berikut :



a. Tingkat Awwaliyah (Dasar), 4 tahun ( kelas 1 – 4 )
b. Tingkat Wustho (Menengah), 2 tahun
c. Tingkat Ulya (Atas), 2 tahun
Telepon: 0274 386 236



7. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Plus



TPQ Plus ini merupakan salah satu lembaga di bawah Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak dalam usaha memenuhi kebutuhan masyarakat umum akan pentingnya pendidikan dan pengajaran al-Qur’an bagi anak dengan cara cepat dan tepat. Lembaga ini karenanya dikhususkan bagi anak usia TK/ SD yang berada di lingkungan pondok pesantren. Selain memperhatikan aspek psikologi anak dan penambahan pelajaran praktek ibadah, TPQ ini memiliki kekhasan, yaitu digunakannya pola pengajaran baca tulis al-Qur’an yang disesuaikan dengan kaidah Bahasa Arab. Peserta didik karenanya selain mampu membaca al-Qur’an dengan baik, juga dapat memiliki pengetahuan dasar Bahasa Arab.



TPQ Plus Ali Maksum dengan sistem tersebut dimaksudkan agar anak/siswa :



a. Dapat membaca al-Qur’an dengan fasih.
b. Bebas dari buta baca tulis huruf Arab.
c. Mampu mengamalkan ajaran ibadah dengan baik dan benar.
d. Memiliki akhlaqul karimah dan budi pekerti



Materi Pendidikan TPQ Plus Ali Maksum meliputi : penguasaan buku pegangan Qiro’ah Muyassaroh, hafalan surat-surat pendek, do’a sehari-hari, praktek ibadah, belajar, cerita, bermain dan menyanyi lagu-lagu Islami.


Telepon: 0274 386 236



8. SMP Ali Maksum



SMP Ali Maksum adalah sekolah berbasis pesantren dan membuka program unggulan yang didukung oleh program-program dan metode-metode pembelajaran mutakhir seperti Scud Memory, Brain Gym, Multiple Intelligences, Brain Based Learning, serta International Language Community. SMP Ali Maksum bernaung dibawah Kementrian Pendidikan Nasional.



Akreditasi A ditetapkan pada tahun 2012 oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.



Telepon: 0274 668 9000

Ekstrakurikuler


Kegiatan-kegiatan Di pesantren Al-Munawwir banyak sekali dari hobi, ketrampilan, semua ada lengkap , kegiatan ini harus diikuti oleh santri agar menambah ketrampilan, pengalaman, dan menjadi santri yang siapuntuk diterjunkan ke lapangan atau sudah keluar dari Pondok.


1.   Pengajian Al-Qur'an
2.   Madrasah Diniyyah
3.   Simaan Al Qur ‘an
4.   Muqoddaman
5.   Manaqiban
6.   Pengajiann Kitab (sorogan & bandongan)
7.   Ijtima'iyyah Usbu'iyyah
8.   Ziaroh ke Maqam KH. M. Moenawwir
9.   Ziaroh Waliyullah
10.   Peringatan Hari Besar Islam
11.   Ro’an (Kerja Bakti)
12.   Ekstrakurikuler
i.   Hadroh ‘Asyiqil Anwar
ii.   Olah Raga (Sepak bola, Badminton, Tenis meja, dll)
iii.   Lembaga Pengembangan Bahasa (Arab & Inggris)
iv.   Lembaga Pers Santri (El- Tasriih)
v.   Lembaga Kegiatan Tahfidzul Qur’an (El-Hufadz)

Fasilitas

1. Balai Kesehatan Masyarakat (BKM)

Mulanya Balai Kesehatan Masyarakat merupakan pelayanan kesehatan untuk santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Krapyak. Dalam perkembangannya BKM mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sekitar sehingga juga dibuka untuk umum. Pelayanan kesehatan BKM meliputi kedokteran umum dan gigi berupa:


  • pemeriksaan dan perawatan medis serta obat-obatan setiap hari (jam 18:00-20:00 pm)
  • pendidikan kesehatan bagi santri.

Keberadaan BKM didukung oleh berbagai fasilitas, yaitu:

  • Gedung BKM dengan lengkap dengan peralatan medis bagi kesehatan umum dan gigi.
  • Tiga dokter umum dan gigi yang siap melayani pasien
  • Obat standar yang diberikan kepada pasien.

2. Apotek

Apotek Pondok Pesantren Krapyak melayani kebutuhan santri maupun masyarakat sekitar.  Apotek ini menyediakan obat-obat dengan resep ataupun obat bebas, generik ataupun bermerek. Selain sebagai penyedia obat-obatan, apoteker yang bertugas juga berfungsi untuk memberikan konsultasi kepada pasien.


Apoteker menyarankan pasien dan penyedia layanan kesehatan pada pemilihan, dosis,interaksi, dan efek samping obat, dan bertindak sebagai perantara belajar antara penulis resep (dokter) dan pasien.


3. Beasiswa

Pondok Pesantren Krapyak memberikan beasiswa untuk santri yang kurang mampu, santri yang berasal dari  lingkungan sekitar pondok pesantren, anggota keluarga pemangku kepentingan pondok pesantren (guru, karyawan, pengurus yayasan). Beasiswa bisa berbentuk pengurangan biaya sekolah dan asrama sampai pembebasan segala biaya pendidikan.

Mengingat tingginya kebutuhan beasiswa, Pondok Pesantren Krapyak membuka diri terhadap pihak-pihak yang ingin berkontribusi dalam pemberian beasiswa. Beberapa lembaga dan perorangan di luar pondok pesantren telah tercatat menyalurkan beasiswa ke pondok pesantren Ali Maksum Krapyak.


4. Santunan

Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak memberikan santunan kepada perorangan maupun keluarga yang tergolong kurang mampu bahkan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Bantuan rutin yang diberikan bisa berupa uang maupun bahan makanan (seperti beras). Santunan insidental bisa berupa bantuan untuk biaya pengobatan, melahirkan dan kematian.


5. Pengajian Jum’at Legi


Pengajian yang diselenggarakan setiap hari Jum’at legi ini mempunyai agenda simaan Al Qur’an, tahlilan dan pemberian taushiyah. Selain itu juga disediakan forum tanya jawab masalah keagamaan. Lebih dari 500 ibu-ibu dari daerah Bantul dan sekitarnya menjadi jamaah pengajian ini.





Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

© 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
Hak Cipta Dilindungi