AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Kyai Ageng Selo

Selogringging 26/12 Desa Tulung Kecamatan Tulung, 57482, Kab. Klaten, Jawa Tengah


   KH. R. Ida Royani
  0276 - 320558 / 081548664340
   pp_kas09@yahoo.com
   www.pesantrenkyaiagengselo.blogspot.com

Profil

Kampung Selogringging, yang berada dalam wilayah desa Tulung, kecamatan Tulung Kabupaten Klaten, merupakan tempat berdirinya suatu pondok pesantren yang oleh KH Salman Dahlawi (pengasuh PP Al-Mansyur) pada tangal 17 Agustus 1998 diberi nama PONDOK PESANTREN SALAF KYAI AGENG SELO.
Konon, seorang petani desa yang bernama Ahmad Badri putra pasangan dari pak Asrori dan ibu Maimunah, lahir pada tahun 1930. Mempunyai komitmen dan gagasan besar dalam rangka pengembangan syi’ar Islam dan pendidikan dengan mendirikan sebuah pondok pesantren dikampungnya. Dengan berbekal pengalaman dalam membangun masjid dikampungnya, juga madrasah Ibtida’iyah (MI) dan PGA yang kini menjadi MTsN Tulung maka beliau mengumpulkan seluruh anak, menantu, cucu, isteri dan adik-adiknya, untuk dimintai pendapat dan saran tentang keinginan dan gagasannya untuk mendirikan pondok pesantren.
Berbekal sebidang tanah seluas 2020 M2 , yang terletak di sebelah makam mbah Kyai Ageng Putut, Ahmad Badri seorang petani desa dengan keinginan luhur demi syi’ar dan dakwah Islam, niat mendirikan pesantren diutarakan kepada anak-anak dan menantunya. Niat tersebut disambut dengan respon yang positif oleh keluarga, anak, cucu, dan menantunya. Rohmad Ida Royani, anak tertua Ahmad Badri dari ibu Marfu’ah yang dilahirkan pada 03 Agustus 1953, menyambut positif ide dan gagasan dari ayahandanya. Berbekal ilmu yang diperoleh selama nyantri di beberapa tempat (PP Tremas Pacitan Jatim, PP API Tegalrejo Magelang, PP Jamsaren Solo, PP Ngrekso sari & PP Jombor Salatiga) ia bekerja keras bersama keluarga dan dibantu warga sekitar, mulai membangun pondok pesantren pada tanggal 12 Robi’ulawwal 1419 H atau bertepatan dengan 6 Juli 1998 dengan membangun 7 (tujuh) lokal untuk tempat mengaji.
Dengan dibantu oleh seluruh keluarga dan masyarakat sekitar, maka bangunan tersebut selesai dikerjakan dalam waktu 40 hari, dan diresmikan bertepatan dengan peringatan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1998 oleh KH Salman Dahlawi (Pengasuh PP Al Mansyur) dan oleh beliau pondok tersebut diberi nama PONDOK PESANTREN SALAF KYAI AGENG SELO. Maka setiap tanggal 17 Agustus dipakai sebagai hari kelahiran pondok pesantren Kyai Ageng Selo.
Pada awal mula berdirinya pondok pesantren Kyai Ageng Selo tanggal 17 Agustus 1998 hanya mempunyai 1 (satu) santri mukim yaitu Apri Trianto dari Jakarta dan beberapa santeri kalong. Dalam perkembangannya selama 9 tahun sampai tahun 2007 jumlah santri bertambah menjadi 167 santri mukim dan 200 santri kalong. Para santri tidak hanya dari masyarakat sekitar, namun kini mulai dikenal dibeberapa wilayah di tanah air, terbukti dengan banyaknya santri yang mondok dan bermukim di pondok pesantren Kyai Ageng Selo  berasal dari daerah: Lampung, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Demak, Semarang, Kudus, Banjarmasin, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surabaya, Kediri. Dan beberapa daerah lain di pulau Jawa.
Hal yang menggembirakan hati pendiri dan pengasuh adalah, pondok pesantren Kyai Ageng Selo mulai diterima oleh masyarakat luas. Semoga ditahun yang akan datang bisa bertambah lagi santriwan santriwati dari daerah lain mulai Sabang sampai Merauke. Amin.

Perkembangan Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo

Sejak berdirinya pondok pesantren Kyai Ageng Selo  pada tanggal 17 Agustus 1998, pesantren ini tergolong muda dibandingkan pesantren lain di Kab. Klaten namun perkembangannya bisa dibilang tidak kalah dengan pesantren lain yang sudah puluhan tahun berdiri. Hal ini tercatat dari modal awal th 1998 dengan 7 lokal maka pada tahun 2000 sudah bertambah 5 lokal, yang digunakan untuk kegiatan Madrasah diniyah, perpustakaan, asrama ustadz, ruang life skill (seni ukir, pembuatan gipsum, karya lukis santri, elektro, perbengkelan, kerajinan kaligrafi dan pertukangan kayu / batu).
Pada tahun 2001 demi kebersihan dan kesehatan santri pondok pesantren Kyai Ageng Selo  menambah MCK (kamar mandi dan WC) 6 kamar mandi & 4 WC, dengan dibantu oleh Departemen kesehatan Kab. Klaten dan pada tahun tersebut pondok pesantren Kyai Ageng Selo dibantu dermawan dari Surakarta Bapak H. Sukarno, mampu membuat koperasi yang berisi kebutuhan pokok masyarakat dan santri juga pengembangan ekonomi lewat budidaya telor asin, keripik ketela dan ketrampilan menjahit.
Pada tahun 2002, dalam rangka pengembangan life skill agribisnis santri, pondok pesantren Kyai Ageng Selo  menjalin kerja sama dengan CV Timun Jepang dalam rangka budidaya pembibitan timun jepang. Kemudian pertengahan 2002, kebutuhan akan sarana ibadah dan tempat pertemuan juga banyaknya para peziarah luar kota yang berziarah ke makam Kyai Ageng Putut, maka pondok pesantren Kyai Ageng Selo  mulai membangun AULA ZAIRIN yang sampai sekarang baru tahap Lantai satu, untuk lantai dua belum terselesaikan.
Tahun 2005, dikarenakan banyak santri yang sekolah umum diluar maka pondok pesantren Kyai Ageng Selo  bekerja sama dengan diknas Jateng mengadakan dan membangun SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang diberi nama SMK Sunan Kalijaga.
Pada tanggal 6 September 2006, pondok pesantren Kyai Ageng Selo dipercaya departemen peternakan Kab. Klaten untuk diajak kerjasama budidaya peternakan kambing Etawa (PE) sebanyak 110 kambing. Kemudian dikarenakan banyak santri yang tidak mampu bersekolah dan tidak berijazah maka pada pertengahan 2006 pondok pesantren Kyai Ageng Selo  mengadakan program WAJAR DIKDAS kerjasama dengan Departemen Agama Kab. Klaten.
Padatahun 2009 – 2010 pondok pesantren Kyai Ageng Selo  juga dipercaya oleh PUSLITBANG Kemenag RI untuk sebagai riset aksi pendampingan ekonomi Pesantren dengan bidang penggarapan wirausaha penggemukan sapid an sampai hari ini program tersebut masih berjalan dan mampu menghasilkan laba yang signifikan. Sehingga hasil dari laba wirausaha penggemukan sapi tersebut dapat digunakan sebagai penopang ekonomi Pesantren sekaligus sebagai pembiayaan operasional Pesantren Kyai Ageng Selo.
Pada tanggal 4 Juli – 5 September 2010 pondok pesantren Kyai Ageng Selo  bekerja sama dengan dinas Pendidikan jawa tengah untuk mengadakan Kursus Wirausaha Desa (KWD) bidang ternak dan penggemukan sapi. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk pengembangan kecakapan hidup bagi santri dan masyarakat desa tukung guna pengembangan SDM dan pengentasan kemiskinan. Dan al hamdhulillah agenda 2 bulan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Itulah beberapa hal perkembangan pondok pesantren Kyai Ageng Selo  dari tahun ke tahun, harapan pengurus semoga perkembangan pendidikan Islam ini bisa lebih maju pada Tahun mendatang dan diridloi Alloh serta mendapat dukungan penuh oleh masyrakat serta pemerintah. Amin.

Info Unggulan

Prestasi :
1. Mengikuti lomba baca kitab di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2000 Juara II
2. Mengikuti POSPENAS di Medan Tahun 2005 Juara I, II (Panahan)
3. Mengikuti Festival Takbir se Kabupaten Klaten Tahun 2006 Juara II
4. Mengikuti Festival Hadrah/Sholawat se Kabupaten Klaten Tahun 2006 Juara I
5. Mengikuti POSPONTREN/POSPEDA (Pekan Olah Raga dan Seni Pondok Pesantren) di Semarang Tahun 2006/2007 Juara Umum I Jateng, dengan membawa Piala Bergilir Gurbernur Jawa Tengah.

Jenjang Pendidikan

Pondok pesantren Kyai Ageng Selo tidak akan lepas dari pengembangan pendidikan, karena tujuan awal memang ingin mencetak generasi muslim yang handal, kritis sesuai dengan perkembangan zaman, maka kegiatan pendidikan lebih diprioritaskan.

Jumlah Santri Putra : 33
Jumlah Santri Putri : 27

Pendidikan Formal :

1. SMK Ma'arif Sunan Kalijaga
2. MTs Ma'arif Sunan Kalijaga
3. Wajar DikDas
Program pendidikan ini dibuka dikarenakan muncul keperihatinan kepada santri yang tidak mempunyai ijazah dan pengetahuan umumnya masih minim dan banyak santri yang tidak mampu bersekolah dan tidak berijazah maka pada pertengahan 2006 pondok pesantren Kyai Ageng Selo  mengadakan program WAJAR DIKDAS  kerjasama dengan Departemen Agama Kab. Klaten.


Pendidikan Informal :

1. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA)
Untuk mencetak generasi muslim yang sholekh sholikhah, maka perlu diajarkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Oleh karena itu pondok pesantren Kyai Ageng Selo  membuka TPA yang diperuntukkan bagi santri yang masih kecil serta masyarakat kampung dan sekitar desa Selogringging.
Adapun kegiatannya dilakukan setiap hari pada jam 15.30 – 17.00 bertempat di TPA Kyai Ageng Selo. Kegiatan ini dipimpin oleh ustadzah Sulis Khasanah. TPA ini terdiri dari 3 kelas yaitu : a. Kelas Iqro’, b. Kelas juz Amma, c. Kelas Alqur’an

2. Madrasah Diniyyah
Madrasah Diniyah adalah salah satu dari lembaga pendidikan formal yang pendiriannya dalam satu yayasan pondok pesantren salaf Kyai Ageng Selo. Adanya madrasah diniyah ini agar santri dapat belajar sesuai dengan strata keilmuannya, methode pembelajarannya memakai klasikal. Santri belajar dengan dikelompokan menjadi 4 tingkatan sasuai dengan kemampuan santri yang diatur dengan kurikulum yang sesuai. Untuk wakru pembelajaran di bagi menjadi dua jam :
a. Jam pertama  18.00 – 19.30 WIB
b. Jam ke dua     20.00 – 21.00 WIB

Pendidikan Nonformal :

1. Progam Tahfidzul Qur’an
Progam ini khusus diperuntukan Santri Pa / Pi yang menghafalkan Al – Qur’an 30 Juz, dan seluruh santri tahfidz tetap diwajibkan untuk mengikuti progam madrasah diniyyah atau pengajian sistem bandungan & sorogan yang diselenggarakan oleh majlis ma’arif kyai ageng Selo.
Jadwal setoran Al-Qur’an
a. Pagi : Jam. 05.00 WIB s/d 06.00 WIB
Jam. 08.00 WIB s/d 09.00 WIB
b. Malam : Jam. 19.30 s/d 21.00 WIB

2. Majlis Ta’lim
Pengajian umum ini adalah System pengajaran yang diselenggarakan oleh yayasan untuk melayani kebutuhan masyarakat / umat islam dilingkungan sekitar pesantren, Pengajian ini bimbing langsung oleh pengasuh & ustadz – ustadzah senior. Kegiatan ini telah dilakukan pengasuh sejak beliau pulang dari pesantren, jadi pengajian rutin ba’da maghrib bertempat di dhalem pengasuh sudah dilakukan sebelum pesantren berdiri

Program :

1. Jam'iyyah
Jam’iyah ini merupakan kegiatan setiap satu minggu sekali yang diselenggarakan oleh majlis ma’ arif beserta pengurus untuk membekali kemampuan & pengetahuan santri ketika terjun di masyarakat.


Ekstrakurikuler


Ekstrakurikuler :

1. Agrobisnis dan Peternakan
Program ini mengikut sertakan masyarakat sekitar bersama-sama santri untuk mengolah ladang, sapi, kambing dan ayam. Kelompok ini dinamai "Bina Santri". Adapun untuk penggarapannya dibagi menjadi 10 kelompok : Tullab, Sibyan, Asatidz, Talamidz, Khorijah, Nisa’, Ndhalem, Ansor, Mundhir dan Pengurus.

2. Komputer, Perpustakaan dan Akuntansi
Program ini tidak hanya diperuntukkan santri tetapi juga masyarakat umum yang menginginkan ilmu computer, akuntansi dan perpustakaan diperbolehkan masuk dan mengikutinya. Santri dan masyarakat tidak dipungut biaya untuk penyelengaraan program ini.

3. Pengembangan Telor Asin-IKRT (Industri Kerajinan Rumah Tangga)
Untuk menunjang kehidupan santri yang orang tuanya tidak mampu membiayai kehidupan anaknya, maka program ini mendidik santri untuk bekerja berusaha hidup mandiri. Program ini mulai dari proses pembuatan sekaligus pemasaran dikerjakan oleh santri.

4. BLK/Life Skill
Ketrampilan ukir, lukis, kaligrafi, menjahit, bengkel, elektro dan prtukangan Kayu dan Batu. Sampai saat ini masih digodok untuk mengembangkan keluar agar karya santri dapat laku dipasaran. Kedepan akan mengembangkan prospek Bengkel Otomotif,Las 

5. Kajian Intelektual
Santri diharapkan nantinya menjadi seorang intelektual muslim yang moderat, maka pondok pesantren Kyai Ageng Selo  menyelenggarakan kajian intelektual lewat FGD (focus group discussion) yang dilakukan setiap malam selasa jam 19.30 – 21.00 WIB. Serta penyelnggaraan seminar dan bedah buku. Yang telah beberapa kali dilakukan dengan bekerja sama lembaga-lambaga lain.

6. Program Da’i muda
Masyarakat sekitar pondok pesantren Kyai Ageng Selo  sangat memerlukan kajian pendalaman islam, maka pesantren mengadakan berdakwah kepada masyarakat sekitar , lewat pengajian rutin, privat, safari ramadhan  & media konsultasi agama.Membantu mengajar TPA/Majlis Ta’lim daerah – daerah disekitar pondok pesantren.

Fasilitas

Lokasi pondok dekat dengan pasar, akses dengan jalan raya 300 meter, lingkungan asri, dekat persawahan, menuju lereng merapi 20 km

Luas Area : 2150 m2

Fasilitas :

1. Ruang Perpustakaan

2. Ruang Kelas/mengaji

3. Ruang Ketrampilan (life skill)

4. Ruang Pengurus

5. Ruang Koperasi

6. Ruang tidur santri

7. Ruang AULA

8. Ruang kantor

9. Ruang dapur

10. Musholla

11. Ruang komputer

12. Pos jaga

13. MCK

14. Kandang ternak kambing Etawa

15. Ruang meditasi



Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

© 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
Hak Cipta Dilindungi