AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Darus-Sunnah

Jl. SD Inpres No. 11 Pisangan Barat, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten


  
   021-7417687
  
   darussunnah.id

Profil

Darus sunnah yang kita cintai ini mempunyai latar belakang dalam pendiriannya. Banyak hal yang akhirnya menjadi pertimbangan pak Yai kita , untuk mengembangkan Ma’had ini menjadi lebih berkualitas. Darus-Sunnah ini bermula dari pengajian yang hanya diikuti oleh tiga orang mahasiswa di ruang tamu rumah KH. Ali Mustafa Yaqub, MA. Ketiga orang itu ialah Ali Nurdin (sekarang Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Institut PTIQ Jakarta), Saifuddin (kini menjadi Penghulu di Brebes Jawa Tengah) dan Khairul Mannan (kini mengajar di Brunei Darussalam). Kegiatan ini berlangsung sejak tahun 1996.

Melihat semangat belajar mereka yang tinggi itu, KH. Ali Mustafa Yaqub pun merasa terharu dan kemudian berinisiatif untuk mendirikan pesantren yang selain berfungsi sebagai tempat belajar-mengajar, peserta pengajian juga biasa tinggal di pesantren tersebut (nyantri). Alasannya, jika turun hujan atau ada hal-hal lain yang menghalangi aktifitas pengajian, para santri tetap dapat menghadiri pengajian, selain itu beliau juga tidak ingin menyia-nyiakan hasrat mahasiswa yang terus-menerus datang mengaji.

Gayung bersambut, secara kebetulan di belakang rumah beliau terdapat sepetak tanah. Sebagai langkah awal, lokasi tersebut bisa dijadikan bangunan asrama santri. Sempit memang, sehingga bangunan ini terkesan seperti kost-an. Meski demikian, orang-orang yang berminat menjadi santri beliau kian membludak. Suatu ketika, di tengah usaha beliau membangun asrama itu, seorang kiai dari Kaliwungu Jawa Tengah, KH. Dimyati Rais, berkunjung ke rumah beliau. Kiai Dimyati mengatakan kepada beliau bahwa tanah yang ada di sebelah rumah beliau ini, kelak akan menjadi pesantren sekaligus asrama putra. Sementara asrama yang sedang dibangun di belakang rumah adalah khusus untuk santri putri. Tentu saja ucapan Kiai Dimyati yang merupakan doa tersebut, diamini oleh beliau meskipun sebenarnya tanah yang ada di sebelah rumah beliau bukan miliknya, sikap optimis KH. Ali Mustafa Yaqub ini membuat menteri Agama waktu itu, Bapak Tarmizi Taher, tertarik membantu mewujudkan keinginan beliau.

Melihat kepandaian ketiga mahasiswa tersebut, khususnya dalam bidang Hadis, sekelompok mahasiswa mulai berdatangan mengikuti pengajian tersebut, dan menyatakan minatanya untuk mengaji bersama. Keinginan mereka itupun akhirnya mendapat sambutan hangat, dan pada saat itu juga mereka secara resmi mengikuti pengajian.

Semakin lama, peserta pengajian semakin bertambah banyak. Di satu sisi hal ini menunjukan sebuah kemajuan, namun di sisi lain sebaliknya. Sebab, ruang tamu yang selama ini dijadikan sebagai “kelas” tak mampu lagi menampung mereka. Dan jika tidak segera ditangani, proses pengajian tersebut akan tersendat. Namun ini masih bisa diatasi, karena masih ada ruang keluarga yang kapasitasnya lebih besar disbanding ruang tamu.

Keputusan mengalihkan lokasi ke masjid ini dirasa cukup tepat sebab tak lama kemudian peserta pengajian bertambah lagi menjadi 40 orang. Dan lebih mengesankan lagi, jumlah tersebut bukanlah sekedar kuantitas belaka. Komitmen dan semangat belajar para peserta pengajian pun cukup besar. Hal ini dbuktikan dengan ketika Jakarta dilanda hujan lebat yang nyaris menyebabkan banjir tahun 1997 lalu, semua peserta pengajian tetap hadir meski rumah mereka jauh dengan tempat pengajian itu.

Adapun sistem perkuliahan di Perguruan Tinggi yang dipakai adalah sistem diskusi, yaitu santri medapat tugas dari guru untuk mendiskusikan berbagai permasalahan bersama temannya. Sampai saat ini , para Santri Darus sunnah pun kian bertambah. System perkuliahan atau pembelajaran disini pun kian meningkat. Semua dilakukan dengan tujuan agar dapat mencetak para santri yang paham betul dengan Ilmu-ilmu Agama khususnya yaitu Ilmu Hadits.

Semoga , apa yang Pak Yai niatkan dalam membangun pesantren ini. Senantiasa Allah beri keridhoan dan kemudahan di segala hal dalam memajukannya. Aamiin.

Info Unggulan

Jenjang Pendidikan

Sebuah peneitian Balitbang Kementrian Agama Republik Indonesia menunjukkan bahwa kualitas pengajian kitab kuning di banyak pesantren semakin merosot. Sekarang juga banyak pesantren yang tidak lagi membuka Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah, melainkan sekolah umum dan kejuruan. Apabila keadaan ini dibiarkan, maka suatu saat di Indonesia tidak ada lagi ulama. Dan saat itulah kehancuran Islam di Indonesia datang. Berbekal pengalaman 17 tahun membina Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences yang memfokuskan kepada pengkajian kitab kuning, Yayasan Wakaf Darus-Sunnah mulai tahun ajaran 1435-1436 H. /2014-2015 M. insya Allah membuka Madrasah Darus-Sunnah 6 tahun (setingkat Tsanawiyah-Aliyah)

Ekstrakurikuler

Seni baca Al Qur’an, kajian kitab kuning, pramuka, silat, PMR, Kaligrafi, praktek mengajar, bahtsul masa’il diniyah, mading (majalah dinding), training khitobah, Jum’at bersih, olahraga, bimbingan pelajaran umum, kursus komputer, menjahit dan lain-lain

Fasilitas

Fasilitas Pondok Pesantren : Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamar mandi/wc, klinik kesehatan.




Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

© 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
Hak Cipta Dilindungi